Erwiana, Pintu Masuk untuk Perubahan Buruh Migran

By Rony Robiansyah 30 Sep 2015, 02:18:23 WIBInternasional

Erwiana, Pintu Masuk untuk Perubahan Buruh Migran

 
Para BMI berharap pemerintah mau belajar dari kasus Erwiana dan mau merombak segala peraturan yang selama ini memberatkan. Tidak seharusnya semua proses calon tenaga kerja diserahkan ke pihak swasta,  pemerintah lepas tangan dan hanya mengawasi dan menindak jika ada laporan.  
 
Selama ini PJTKI selalu mendoktrin BMI sebelum masuk ke negara penempatan bahwa "kamu harus nurut, kamu harus patuh, minta maaf kalau majikan menuduh salah (meski majikan selalu menyalahkan padahal BMI benar), jangan macam-macam selama potong gaji" dan segala doktrin bodoh lainnya yang membuat BMI tak berdaya di rumah majikan meskipun siksaan baik fisik maupun verbal terus dia alami, Erwiana contohnya.
 
 
Dukungan untuk Erwiana bukan hanya datang dari para BMI Hong Kong tetapi juga dari para mantan BMI di tanah air dan para pegiat buruh migran lainnya. 
 
"Kasus Erwiana akan menjadi pintu masuk untuk kita, kita akan meminta kebijakan yang selama ini memberatkan kita agar segera diubah." tutur Sringatin selaku koordinator JBMI. 
 
"Dengan Kasus Erwiana yang terjadi di Hong Kong yang selama ini dikenal sebagai negara yang aman bagi pekerja migran ternyata bisa menguak banyak kejadian kasus kekerasan yang tidak kita ketahui." tambahnya.
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment