Nyanyikan Anti Putin, Personel Pussy Riot Dibui

By Rony Robiansyah 20 Agu 2012, 05:30:13 WIBEkonomi

Nyanyikan Anti Putin, Personel Pussy Riot Dibui

Rusia - Pengadilan Rusia memvonis penjara dua tahun personel band Pussy Riot karena menyanyikan lagu anti Presiden Vladimir Putin.

Pengadilan menetapkan tiga anggota band itu bersalah melakukan 'hooliganisme' dengan motivasi agama.
 
Hakim Marina Syrova mengatakan para anggota band "secara berhati-hati merencanakan" nyanyian mereka tanggal 21 Februari lalu di dalam katedral di Moskow. "Tolokonnikova, Alyokhina dan Samutsevich melakukan "hooliganisme" -- dengan kata lain pelanggaran berat ketertiban umum," kata Syrova.

"Pengadilan menyatakan mereka bersalah. Pengadilan meraih putusan berdasarkan kesaksian terdakwa sendiri dan bukti lain," tambahnya.

Jaksa menuntut hukuman tiga tahun penjara atas tiga anggota band itu.

Para pendukung band itu melakukan protes di sejumlah tempat di Moskow.  Keamanan ketat pun diterapkan dan sejumlah jalan ditutup.

Pussy Riot mengecam kasus tersebut yang mereka katakan diorganisir Putin.

Buat Marah Gereja

Sejumah selebriti termasuk bintang pop Amerika, Madonna, menyerukan agar mereka dibebaskan.

Ketiga anggota band itu mengatakan "doa punk" mereka adalah tindak politik untuk memprotes gereja ortodoks Rusia yang mendukung Presiden Putin.

Dalam penampilan seronok mereka di dekat altar mereka meminta Bunda Maria untuk "menggeser Putin".

Nyanyian mereka membuat marah gereja Ortodoks dan ketua gereka Kirill menyebutkan penampilan itu sama saja dengan penghujatan agama. Namun sejumlah warga Rusia menganggap kasus itu sebagai upaya pemerintah membungkam kritikan.
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Rony Robiansyah

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Menurut Anda Apakah Upah Buruh dan Pekerja di Indonesia Sudah Layak
  Belum Layak
  Sudah Layak
  Cukup Layak
  Kurang Layak

Komentar Terakhir